Pendirian Galeri Kain Pantang
Berawal dari keprihatinan melihat generasi muda yang mulai meninggalkan seni tenun tradisional, Galeri Kain Pantang didirikan di Sintang, Kalimantan Barat.
Tentang Kami
Galeri Kain Pantang lahir dari keprihatinan mendalam. Generasi muda mulai meninggalkan seni tenun tradisional yang telah menjadi jantung budaya Dayak selama berabad-abad.
Didirikan pada tahun 2015 di Sintang, Kalimantan Barat, Galeri Kain Pantang adalah sebuah gerakan sosial yang memberdayakan perempuan Dayak melalui seni tenun ikat tradisional. Kami percaya bahwa pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi bukanlah dua hal yang terpisah.
Lebih dari 130 Ibu Artisan kini bergabung bersama kami, menenun bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga untuk memastikan bahwa anak-cucu mereka kelak dapat mewarisi kekayaan budaya yang tak ternilai ini.
Setiap kain yang kami hasilkan adalah karya seni dari proses yang panjang. Mulai dari pemilihan benang katun terbaik, pengikatan motif ikat yang rumit, hingga pencelupan dengan pewarna alami dari tanaman hutan Kalimantan.


Arah dan Tujuan
Visi
Mengangkat tenun tradisional sebagai warisan budaya berkelanjutan yang mendunia.
Misi
Melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan tenun tradisional melalui pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kesadaran global. Sekaligus memberdayakan perempuan Dayak sebagai penjaga budaya dan pelaku ekonomi yang mandiri.
Cara Kami Bekerja
Ngebat
Memantang
Alat Tradisional
Racikan AlamiBenang katun pilihan dibersihkan, direndam, dan dipersiapkan sebelum masuk ke proses pengikatan. Kualitas benang sangat menentukan hasil akhir kain.
2 sampai 3 hariPengrajin mengikat benang dengan tali pada posisi tertentu sesuai pola motif yang sudah dirancang. Tahap ini yang paling menentukan dalam teknik ikat.
7 sampai 14 hariBenang yang sudah diikat dicelupkan ke dalam larutan pewarna alami dari tanaman hutan Kalimantan, seperti kulit kayu, daun, dan buah-buahan pilihan.
3 sampai 7 hariBenang yang sudah diwarnai ditenun satu per satu di atas alat tenun tradisional. Proses ini butuh konsentrasi penuh dan ketelitian yang sangat tinggi.
14 sampai 60 hariKekayaan Alam Kalimantan
Setiap warna Kain Pantang bersumber dari tanaman hutan Kalimantan. Bebas kimia, ramah lingkungan, dan penuh makna yang tidak bisa dinilai dengan uang.

Buah dan Daun Engkerebang
Menghasilkan warna coklat kehijauan

Daun Engkerebang
Daun muda untuk warna yang lebih terang

Daun Kemungat
Menghasilkan warna kuning emas alami
Perjalanan Kami
Berawal dari keprihatinan melihat generasi muda yang mulai meninggalkan seni tenun tradisional, Galeri Kain Pantang didirikan di Sintang, Kalimantan Barat.
Komunitas berkembang pesat. Puluhan Ibu Artisan bergabung dan berbagi pengetahuan teknik ikat serta pewarnaan alami dari hutan Kalimantan.
Karya-karya Galeri Kain Pantang mulai dipamerkan di tingkat nasional, menarik perhatian pada keindahan dan kedalaman filosofi motif Dayak.
Inovasi produk terus hadir, dari kain tradisional Kumbu hingga produk fashion modern yang tetap mempertahankan autentisitas motif dan teknik pewarnaan alami.
Hari ini lebih dari 130 Ibu Artisan berdaya. Anak-anak mereka bersekolah, keluarga mereka sejahtera, dan budaya Dayak semakin dikenal dunia.
Para Perajin
Ragam Hias
Setiap motif Kain Pantang menyimpan filosofi yang dalam tentang hubungan manusia Dayak dengan alam, leluhur, dan nilai spiritual yang sudah diwariskan selama ratusan tahun.
Motif Kain Pantang
Emperusung adalah ikan bermulut tebal dan panjang yang hidup dibebatuan sungai pedalaman kalimantan. Dan dipercaya baik jika…
Motif Kain Pantang
Inai utak (manusia pohon) adalah manusia zaman dahulu yang kini menjelma menjadi pohon…
Motif Kain Pantang
Merinjan adalah motif yang mengingatkan kita kepada pohon-pohon yang banyak manfaat bagi manusia seperti pohon Tebelian, yang dikenal…
Motif Kain Pantang
Pucuk rebung tumbuhan yang ada dipedalaman kalimantan yang biasanya dijadikan makanan sehari hari bagi masyarakat suku dayak.…
Motif Kain Pantang
Ruit besai yang disakralkan oleh masyarakat Dayak sebagai lambang kebesaran, keperkasaan, keberanian, motif ini pada zaman…
Motif Kain Pantang
Motif Ruit Nyadik merupakan motif yang disakralkan di masyarakat Suku Dayak rumpun Iban…
Motif Kain Pantang
Tiang Bekurung adalah tiang rumah adat dayak. Motif ini memiliki pesan, jika ingin hidup aman dan nyaman maka harus membangun rumah…
Motif Kain Pantang
Uwi / rotan merupakan tumbuhan yang digunakan oleh nenek moyang zaman dulu untuk…
Motif Kain Pantang
Uwi / rotan merupakan tumbuhan yang digunakan oleh nenek moyang zaman dulu untuk mengikat tiang-tiang rumah betang supaya kuat dan…
Kain Pantang bukan sekadar kain. Ia adalah doa, identitas, dan warisan yang terus kami jaga untuk anak cucu kami.